Problematika Hadis Ahad dan Mutawatir: Kritik Epistemik terhadap Paradigma Kepastian dalam Otoritas Sunnah

Authors

Ahmad Hadi Pranoto (1) , Raharjo Raharjo (1) , Lutfiyah Lutfiyah (1) , Abid Nurhuda (2) , Dena Sri Anugrah (3)

(1) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
(2) Universitas PTIQ Jakarta, Indonesia
(3) Universitas Garut, Indonesia

Corresponding author: 24031280003@student.walisongo.ac.id

Abstract

Kajian ini menelaah problem epistemologis yang melingkupi perbedaan kedudukan antara hadis ahad dan hadis mutawatir dalam tradisi keilmuan Islam. Secara historis, perdebatan tentang otoritas keduanya berakar pada pertentangan antara kepastian (qath‘iy) dan dugaan kuat (zhanniy) dalam penerimaan riwayat. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan analisis kritis terhadap sumber-sumber hadis klasik (seperti karya al-Khatib al-Baghdadi dan Ibn Hajar al-‘Asqalani) serta pandangan kontemporer yang mengkaji ulang legitimasi epistemik hadis ahad. Hasil analisis menunjukkan bahwa hadis mutawatir memperoleh otoritas karena jaminan kuantitas dan keotentikan periwayatannya, sedangkan hadis ahad tetap memiliki validitas normatif selama memenuhi standar keadilan dan ketepatan sanad. Dalam konteks modern, problematika ini muncul kembali ketika rasionalisme dan kritik historis mencoba menguji ulang posisi hadis ahad dalam ranah hukum dan teologi. Artikel ini menawarkan sintesis baru bahwa keabsahan hadis tidak semata ditentukan oleh jumlah perawi, tetapi oleh integritas epistemologis, koherensi matan, dan relevansi moralnya dengan maqaṣid al-syari‘ah. Dengan demikian, perbedaan antara hadis ahad dan mutawatir harus dipahami secara dialektik: bukan sebagai dikotomi hierarkis, melainkan sebagai dua jalur epistemik yang saling melengkapi dalam menjaga kontinuitas ajaran profetik di tengah perubahan paradigma keilmuan Islam modern.

ARTICLE METRICS
👁️ Abstract views: 182
📄 PDF downloads: 162
Metrics via Dimensions & PlumX

References

‘Abd al-Qadir, ‘Abd al-Muhdi, (2010), Daf’u alShubuhat ‘An al-Hadith al-Nabawi, Kairo: Maktabah al-Iman.

’Abu Daud Sulaiman ibn al-’Asy‘as ibn ’Ishaq ibn Basyir ibn Syaddad ibn ‘Amru al-’Azadi al-Sijistani, (1418 H) Sunan ’Abi Daud, Juz II ,Bairut: Jami’ Haquq Hadzini al-Thaba’ah Mahfudzoh; Cetakan I.

Abd al-Qahir al-Baghdadi, (1995), Al-Farq bayn al firaq, Bairut: Maktabah al-‘Asriyyah.

Abi ‘Abdullah Muhammad bin Yazid al-Quzwayniy a-Syahir, Ibn Majah, (1417) Sunan Ibn Majah,Juz I Cet. I , Maktabah al-Ma‘arif li al-Nashi wa alTawzi‘I.

Abu Abdillah, Muhammad bin Ismail Al-Bukhari Al-Ja’fiya, (1422) Lijami’ al-Sahih al-Mukhtasar (Sahih al-Bukhari), Juz I, Qairoh: al-Muthabatu alSalafiyyu wa al-Maktabatuha; Cetakan: I; Tahun), 11.

Abu Bakar Ahmad bin ‘Ali bin Thabit al Khatib al-Baghdadi, (1988) Al-Kifayah fi ‘Ilm al-Riwayah, Bairut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Al ‘Asqolaniy, Ibnu Hajar. (1352), Nuzhatun Nadlar Syrah Nukhbatul Fikr. Surabya: Salim Nabhan Wa Akhina Ahmad.

Al-Ghazali, M., & Al-Baqir, M. (1998), Studi Kritis Atas Hadis Nabi SAW.: Antara Pemahaman Tekstual dan Konstektual.

Al-Ghazali, Muhammad, (2005) Al-Sunnah al Nabawiyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadits Kairo: Dar al Shuruq.

Al-Jauziyah, Ibn Qayyim, (2004) Mukhtasar al-Sawa’iq al-Mursalah ‘ala al-Jahmiyah al-Mu’attalah Riyad: Maktabah Adwa al-Salaf, juz. 2.

Load full references ↓

Downloads

KEYWORDS
Problematika, Hadis Ahad, Hadis Mutawatir, Paradigma, Otoritas Sunnah

Published

10/31/2025

How to Cite

Problematika Hadis Ahad dan Mutawatir: Kritik Epistemik terhadap Paradigma Kepastian dalam Otoritas Sunnah. (2025). JISRev: Journal of Islamic Studies Review, 1(2), 118-135. https://doi.org/10.69548/jisrev.1.2.63

How to Cite

Problematika Hadis Ahad dan Mutawatir: Kritik Epistemik terhadap Paradigma Kepastian dalam Otoritas Sunnah. (2025). JISRev: Journal of Islamic Studies Review, 1(2), 118-135. https://doi.org/10.69548/jisrev.1.2.63